Etika Islam Terhadap Lingkungan

Sumber: canva.com

Islam adalah agama yang mengatur semua hal yang ada  dunia ini termasuk lingkungan hidup umat muslim. Islam mengaturnya supaya lingkungan yang mereka tempati itu bersih, nyaman, dan menyejukkan. Islam juga mengatur itu semua agar umat muslim menyatu dengan alam dan bisa mengambil manfaat yang ada di alam. Karena rusaknya ekosistem yang ada di alam bisa terjadi akibat rusaknya etika manusia.

 

Padahal, Allah menciptakan Alam yang sangat lengkap dan beraneka ragam supaya manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh mahluk hidup yang ada di dalamnya, pengelolaan dalam pemberdayaan sumber daya alam selain untuk memajukan kesejahteraan umum, juga untuk menjaga keharmonisan manusia dengan lingkungannya.  Allah menciptakan alam ini  agar manusia mampu memakmurkannya dan mengelolanya, serta menyeimbangkan ekosistemnya sebagaimana yang tertulis dalam firman-Nya:

 

هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا…….

 

“Dia yang telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya” (Q.S. Hud:61)

 

Dalam pandangan agama Islam, manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang tumbuh, dan terhadap apa saja yang ada. Etika agama terhadap alam (lingkungan) menjadikan  manusia untuk bertanggung jawab sehingga ia tidak melakukan perusakan terhadap alam.

 

Dalam pandangan agama, terutama Islam, sangat kaya akan nilai etika dan moral. Secara konseptual, agama membawa paradigma etika dan moral (hūdan linnās) untuk keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian umat manusia (rahmatan lil’alamin). Semangat dasar Al-Qur’an adalah semangat moral, dan juga telah menunjukan ide-ide keadilan sosial dan ekonomi yang tumbuh dari semangat tersebut dalam al-Qur’an. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 58:

 

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهٗ بِاِذْنِ رَبِّهٖۚ وَالَّذِيْ خَبُثَ لَا يَخْرُجُ اِلَّا نَكِدًاۗ كَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّشْكُرُوْنَ

 

“Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seizin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang kali tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur”.

 

Sebagai manusia bergama, terutama umat muslim, yang pedomannya saja sudah mengatur kita dalam beretika terhadap lingkungan, seharusnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan dan alam yang ditempatinya. Jangan hanya mengambil manfaatnya namun tidak menjaga dan merawatnya. Jika itu terjadi, maka itu termasuk sifat rakus dan zalim yang mana itu termasuk ahlak mazmumah, akhlak yang tidak pantas dimiliki oleh umat muslim yang taat terhadap tuhannya.

Berita Terbaru

1 Responses

1 thought on “Etika Islam Terhadap Lingkungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *