Ketika mengerjakan soal Matematika pasti Anda pernah bertanya, kenapa, sih, harus belajar Matematika? Matematika bagi sebagian orang dianggap sebagai ‘momok’ yang menakutkan, yang sebisa mungkin dihindari. Anggapan ini disebabkan pengalaman yang tidak menyenangkan yang didapat ketika belajar Matematika. Mulai dari PR yang banyak, guru yang killer, teman-teman kelas yang menertawakan Anda bila tidak bisa mengerjakan, dan sebagainya, bahkan ketakutan terhadap matematika dapat membuat orang stres. Pengalaman buruk tersebut tentunya sudah menjadi rahasia umum dari satu orang ke orang yang lain sehingga bisa saja membuat orang lain takut.
Meskipun demikian, Matematika justru memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia bahkan menurut Pranjo (2009), manusia sejak dalam perut ibunya sudah berhubungan dengan Matematika, karena setiap detak jantungnya sudah berirama yang tetap. Hal tersebut dalam Matematika merupakan pola barisan bilangan dengan beda yang konstan (tetap). Ketika Anda ditanya ‘Berapa hari dalam seminggu?’. Pastinya Anda menjawab tujuh. Sebenarnya secara tidak langsung Anda telah menyebutkan fakta dalam Matematika yaitu bilangan. Pada saat ini, kemampuan Matematika dan kemampuan menggunakan Matematika merupakan persyaratan penting bagi umat manusia. Tanpa kontribusi Matematika umat manusia akan mengalami kesulitan. Berikut ini peranan Matematika dalam kehidupan sehari-hari yang harus Anda ketahui!
1. Memasak
Ketika membantu ibu memasak, Anda tentunya belajar tentang rasa makanan yang pas. Contoh sederhana ketika memasak sayur. Saat ingin menambahkan bumbu, air, dan sayuran, Anda perlu menghitung dan membandingkannya. Bahan-bahan pun harus diukur ketika Anda memasak mengikuti resep. Misalnya satu sendok garam, atau 200 gram terigu. Atau bila ingin mengurangi atau menambahkan takarannya Anda dapat menerapkan ilmu pecahan, perkalian, atau pembagian.
2. Bermain
Tidak hanya memasak, konsep matematika juga diterapkan dalam permainan-permainan. Contohnya, bermain congklak. Dalam bermain congkak dibutuhkan keterampilan berhitung, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Misalnya, di awal permainan pemain perlu mengetahui berapa banyak biji congkak yang digunakan dalam setiap permainan. Setiap pemain harus menyiapkan 49 (7×7) biji congkak bila setiap lubang diisi tujuh biji.
3. Mengetahui Waktu
Salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia adalah waktu. Manajemen waktu yang baik akan mempermudah Anda meraih tujuan meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu perlu pemahaman mengenai satuan waktu, mulai dari detik, menit, jam, hari dan sebagainya. Contohnya Jika sekarang pukul 11.00 maka 7 jam kemudian adalah pukul 18.00.
4. Perdagangan
Dahulu orang menukar barang dengan sistem barter, yakni barang dengan barang. Seiring berjalannya waktu kini jika ingin membeli sesuatu dilakukan dengan penukaran uang yang sudah ditetapkan harga setiap barangnya. Dalam bertransaksi menerapkan konsep Aljabar mencakup operasi hitung dan Aritmatika Sosial mengenai untung dan rugi sangatlah diperlukan. Misalnya total modal per hari yang dikeluarkan pedagang Rp. 75.000,- , kalau mendapat hasil jualan Rp.100.000,- maka untung yang didapat pedagang Rp. 25.000,- sesuai dengan konsep praktis Aritmatika Sosial (untung Jual beli).
5. Membangun Rumah
Perhitungan geometri diperlukan dalam membangun rumah. Pada rancangan sebuah bangunan juga memperhatikan kenyamanan visual yang mencakup interior dan eksterior. Konstruksi bangunan dapat berdiri tegak dan kokoh bila perhitungan sudut, garis lurus, dan jarak dihitung secara benar. Geometri diciptakan guna memenuhi kedua sisi kebutuhan baik dari fungsional maupun keindahan tersebut.
Nah, itulah contoh peranan Matematika dalam kehidupan sehari-hari. Betapa pentingnya matematika bagi kehidupan manusia. Sudah terbayang, kan, bila tidak ada Matematika di dunia ini? Oleh karena itu, jangan malas belajar matematika ya!
Sumber:
- NurdiniAtiqah. 2021. “PENTINGNYA KONSEP DASAR MATEMATIKA PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI DALAM MASYARAKAT.” OSF Preprints. December 15.
- Sriyanto. Mengorbankan Api Matematika. Sukabumi: CV Jejak, 2017






