Generasi Muda Sebagai Pilar Utama Dalam Penguasaan Teknologi Dan Pelestarian Seni Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif

Sumber : https://id.pinterest.com/

 

Bonus demografi atau Demographic dividend   adalah kondisi ketika jumlah penduduk yang berada pada usia produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif. Indonesia diperkirakan akan mengalami periode bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035. Keadaan ini membuka peluang yang sangat besar bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi serta percepatan pembangunan nasional apabila dapat dikelola secara optimal.

Bonus demografi atau Demographic dividend adalah suatu kondisi yang digambarkan dengan banyaknya populasi usia produktif. Tidak hanya banyak, namun jumlah populasinya mendominasi usia tidak produktif. Rentang usia produktif yang dimaksud berada pada rentang usia 15-64 tahun.

Dalam situasi tersebut, generasi muda memegang peranan penting dalam memanfaatkan peluang yang ada, antara lain melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan keterampilan, penciptaan inovasi, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

 

Pengertian Bonus Demografi Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pengertian bonus demografi menurut sejumlah ahli, yaitu:

  • Menurut Wongboonsin (2003), bonus demografi adalah sebuah masa yang memberikan keuntungan ekonomis akibat dari menurunnya rasio ketergantungan penduduk sebagai hasil fertilitas dalam jangka panjang.
  • Menurut Jimmy Ginting (2016) bonus demografi adalah meningkatnya atau meledaknya jumlah penduduk usia produktif. Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030 sampai 2040.

.

Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

 Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar pembangunan nasional yang ditetapkan sebagai tujuan strategis dalam menyambut peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Visi ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan perekonomian yang kuat, berdaya saing tinggi, serta memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penguasaan teknologi dan pelestarian seni budaya.

Pemerintah telah menetapkan empat pilar utama dalam pencapaian Indonesia Emas 2045, yaitu (1) Pembangunan SDM dan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), (2) Pembangunan ekonomi berkelanjutan, (3) Pemerataan Pembangunan, serta (4) Penguatan ketahanan nasional dan tata kelola.

 

Penguasaan Teknologi oleh Generasi Muda dalam Era Digital 

Perkembangan teknologi yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan industri kreatif. Revolusi ini ditandai dengan munculnya Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data, blockchain, dan otomatisasi yang semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor (Puspa et al., 2023). Generasi muda sebagai kelompok yang paling adaptif terhadap teknologi memiliki potensi besar dalam memanfaatkan inovasi ini untuk mengembangkan berbagai solusi yang dapat meningkatkan daya saing bangsa (Anjani et al., 2023). 

 

Tantangan yang dihadapi dalam era ini cukup kompleks, di antaranya adalah kesenjangan akses terhadap teknologi, rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat, serta ancaman terhadap keamanan data dan privasi (Yusuf & Ma’sum, 2024). Selain itu, dominasi teknologi asing dalam industri digital juga menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan ekosistem teknologi yang mandiri dan berbasis pada kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif dalam membekali generasi muda dengan keterampilan teknologi yang mumpuni agar mereka dapat menjadi inovator dan pemimpin dalam industri digital nasional.

 

Dampak Bonus Demografi

Membicarakan dampak bonus demografi tentu tidak hanya melihat dari satu sisi keuntungan saja. Dampak bonus demografi adalah dua sisi koin yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Secara singkat, bonus demografi adalah momentum penting untuk meningkatkan kemajuan sebuah bangsa. 

Namun, bonus demografi akan memberikan dampak negatif apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Bahkan, dampak lain dari bonus demografi adalah sebuah ancaman dan bahaya yang perlu diantisipasi secara tepat dan cermat. Misalnya, tingkat keberhasilan bonus demografi Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang ada.

 

Dampak Positif Bonus Demografi

Peningkatan jumlah populasi usia produktif pada bonus demografi Adalah peluang besar untuk mengembangkan kondisi perekonomian negara melalui kemajuan industri. Dampak positif bonus demografi adalah kemajuan ekonomi, peningkatan peluang tenaga kerja, dan perkembangan sektor pemerintahan bidang lainnya.

   

Dampak Negatif Bonus Demografi

Bonus demografi adalah kesempatan yang harus disiapkan dengan baik. Tanpa adanya sistem dan persiapan matang, manfaat bonus demografi tidak akan memberikan dampak positif apapun. Sebaliknya, dampak negatif adalah getah yang harus diterima. Beberapa kemungkinan dampak negatif dari bonus demografi adalah jumlah pengangguran meningkat, dan peningkatan jumlah ageing population.

 

Perspektif Hukum Islam

Dalam pandangan Islam, generasi muda wajib menjadi penggerak kemajuan melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dilandasi iman dan takwa. 

  • Teknologi sebagai Wasilah (Perantara): Islam sangat mendukung perkembangan IPTEK. Generasi muda diharapkan menggunakan teknologi untuk kemaslahatan (maslahah) dan kemajuan umat, buka untuk kemudaratan.
  • Konsep Khalifah fi al-Ardh: Generasi muda adalah pengelola bumi. Penguasaan teknologi adalah alat untuk menjalankan fungsi ini demi memakmurkan bumi, sejalan dengan QS. Al-Baqarah: 31.
  • Pelestarian Seni yang Halal: Seni tradisional diperbolehkan selama tidak mengandung unsur syirik, maksiat, atau melalaikan kewajiban beribadah. Generasi muda bertugas melestarikan seni dengan pendekatan yang sesuai dengan syariat (seni yang edukatif dan menanamkan nilai luhur).
  • Etika Digital (Akhlaqul Karimah): Generasi muda wajib menjaga etika dalam berteknologi, seperti menghindari penyebaran hoaks, fitnah, dan konten negatif di media sosial.

 

Perspektif Hukum Positif Indonesia

Hukum positif di Indonesia, khususnya dalam RPJPN 2025-2045, menempatkan pemuda sebagai aktor strategis transformasi digital dan budaya.

  • Pilar SDM Unggul: Visi Indonesia Emas 2045 dibangun di atas SDM yang unggul dan berkarakter, di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional.
  • Transformasi Digital: Generasi muda diharapkan menjadi garis depan dalam transformasi digital (poin ke-3 Misi Kedua RPJPN 2025-2045).
  • Pelestarian Seni sebagai Identitas: Generasi muda bertanggung jawab melestarikan budaya lokal menggunakan teknologi digital, seperti melalui media sosial dan inovasi seni tradisional agar tetap relevan di era globalisasi.
  • Pendidikan Karakter: Pemerintah mendorong keseimbangan akademik (teknologi) dan karakter (budaya) agar pemuda tidak hanya cakap digital tetapi juga memiliki kepribadian indonesia yang kuat.

 

Kesimpulan

Bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk mencapai kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional. Generasi muda memiliki peran penting dalam memanfaatkan peluang tersebut melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, pengembangan kewirausahaan, penguatan karakter, serta partisipasi aktif dalam pembangunan sosial. Dengan persiapan yang matang dan dukungan kebijakan yang tepat, bonus demografi dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.

Berita Terbaru

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *