Dalam Beberapa waktu belakangan ini perkembangan AI (Artifical Intelgence) atau bisa disebut dengan kecerdasan buatan ini memberikan pengaruh yang begitu signifikan terhadap seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi AI ini memberikan sebuah kontribusi terhadap umat manusia yang mampu menyamai pemikiran manusia itu sendiri. Dalam penerapan AI di dunia pendidikan memberikan sebuah peluang baru dalam proses belajar mengajar. Tentunya ini menjadi daya tarik baru bagi seluruh siswa untuk dapat memudahkan pemahaman belajar mereka dengan adanya media AI. Kolaborasi antara AI dan kecerdasan manusia menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi AI dalam pendidikan (Khairul Marlin et al., 2023). Menjadikan AI umpan balik bagi pelajar dan tenaga pengajar mengolah belajar yang lebih kreatif, interaktif dan adaptif. Dengan begitu menambahkan pemanfaatan AI di kurikulum baru ini menjadi motivasi pengajar untuk memberikan proses belajar yang lebih efesien. Serta pengalaman bagi siswa dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih canggih dan modern.
Penerapan AI dalam pendidikan memungkinkan penyesuaian materi pembelajaran berdasarkan analisis kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa. Dengan teknologi ini, siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajar mereka sendiri serta mengikuti jalur pembelajaran yang selaras dengan potensi dan kemampuan individu (Titi Anjarini et al., 2026). Namun, ada pula dampak negatif yang harus di perhatikan prihal penggunaan AI. Siswa yang mengontrol AI harus mempunyai batasan penggunaan AI. Siswa seringkali menganggap AI adalah kunci mengatasi kesulitan tugas yang diberikan guru. Sebetulnya itu bukan merupakan hal yang salah melainkan keseringan menggunakan AI dalam mengerjakan sebuah tugas serta menjawab hal-hal yang seharusnya dapat menggunakan kemampuan berpikirnya. Ini yang menjadi salah satu efek negatif penggunaan AI itu bagi para siswa. Menimbulkan rasa ketergantungan berlebih. Ketergantungan siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah menghadirkan tantangan yang cukup berat. Karena proyeksi dari pada penggunaan AI adalah sebagai alat bantu bukan sebagai pencari jawaban secara keseluruhan. Motivasi siswa menjadi turun hal ini dapat berpengaruh bagi masa mereka dalam menghadapi problem solving. Tingkat literasi yang minim yang sering di temui diberbagai sekolah adalah akibat dari pada penggunaan AI yang terlalu sering.
Hal-Hal Negatif penggunaan AI bagi Siswa:
Walaupun AI memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:
- Kemampuan berpikir kritis pelajar dapat mengalami penurunan.
- Kreativitas dalam memecahkan atau menyelesaikan suatu permasalahan menjadi berkurang.
- Pelajar cenderung kurang mandiri dalam menjalani proses belajar.
- Meningkatnya potensi terjadinya plagiarisme atau tindakan yang tidak jujur dalam kegiatan akademik.
Dalam menanggapi ketergantunggan terhadap AI dibutuhkan tindakan yang serius. Butuh adanya pendamping dalam penggunaan AI itu sendiri. Etika, dan tanggung jawab perlu ditanamkan di setiap siswa. Bahkan peran guru menjadi faktor utama dalam mendidik siswanya dalam memnafaatkan AI. Perkembangan AI memang tidak salah akan tetapi, faktor permasalahan adalah bagaimana siswa itu mampu menggunakan secara baik dan bijak. Selanjutnya, Pembatasan penggunaan AI dalam beberapa jenis tugas yang bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah juga sangat penting. Tugas seperti penulisan esai, analisis studi kasus, serta proyek pemecahan masalah perlu dirancang secara tepat agar siswa terdorong untuk berpikir secara mandiri dan tidak bergantung pada jawaban instan yang diberikan oleh AI (Tata et al., 2025). Peran penting adalah berkolaborasi guru dengan orang tua dalam mengawasi penggunaan AI bagi siswa. Solusi ini menawarkan untuk dapat menumbuhkan rasa semangat belajar bukan berarti AI itu dilarang akan tetapi, butuh yang namanya pembatasan agar dapat memulihkan kembali kerja otak sebagai mestinya.
Perkembangan AI (Artifical Intelligence) atau kecerdasan buatan merupakan media untuk membantu meringankan pekerjaan manusia. AI memiliki peran yang signifikan dalam proses belajar. Tetapi hal yang harus menjadi perhatian publik adalah etika dan tanggung jawab masing pengguna dalam memainkan peran AI ini. Walaupun AI membantu menyelesaikan tugas-tugas dengan mudah dan efisien tentu itu menjadi dampak buruk bagi kemampuan kognitif para siswa. Ketergantungan akan menjadi permasalahan kompelks dan mempengaruhi kemampuan berpikir di masa depan. Oleh sebab itu, Pemanfaatan AI harus secara tepat dan terarah agar dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta membantu mempersiapkan siswa menjadi individu yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan mandiri dalam menyelesaikan masalah. Butuh kerja sama antara siswa, guru, orang tua dan lembaga pendidikan dalam merumuskan aturan serta metode pembelajaran yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital menjadi sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif dan relevan






