Pada bulan Desember 2025, Tangerang Selatan dihadapi fenomena tumpukan sampah di berbagai wilayah, salah satunya Ciputat. Sepanjang jalan dari pasar ciputat hingga masuk area UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terdapat banyak kantong sampah berderetan menutupi trotoar pengguna jalan kaki. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun bisa mencemari lingkungan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Pengendara motor ataupun mobil juga resah atas tumpukan sampah yang menggunung, pasalnya aroma bau tidak sedap sudah terhirup jauh dari titik sampah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan merespon bahwa hal ini dikarenakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sebagai tempat tahap terakhir pengolahan dan pembuangan sedang mengalami perbaikan. Pemda Tangsel melakukan penyemprotan cairan anti bau dan penutupan tumpukan sampah menggunakan terpal.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melihat masalah sampah bukan masalah sepele. Kampus bukan hanya tempat pendidikan ataupun kegiatan mahasiswa saja, melainkan ia harus menjadi rumah kedua yang nyaman dan ramah bagi seluruh civitas akademika. Maka dari itu, UIN Jakarta berkomitmen menghadirkan lingkungan kampus yang sehat dan ramah melalui inisiasi Green Campus. Langkah ini diambil oleh pihak kampus sebagai inisiatif strategis untuk mewujudkan kampus yang lebih asri.
UIN Jakarta mengadakan pelatihan pengolahan sampah di ruang diorama pada November lalu. Ikbal Alexander, seorang Enviranmental Specialis sekaligus pemateri dari pengolahan sampah di lingkungan kampus. Beliau menyampaikan bahwa sampah plastik yang sering digunakan oleh semua orang bisa didaur ulang dan diubah menjadi bensin menggunakan metode khusus. Diakhir pelatihan, Prof. Dr. Hendrawati. M. Si selaku ketua pusat Green Campus mengharapkan seluruh mahasiswa dan civitas akademika sadar lingkungan dan bisa memilah sampah dengan baik. Pelatihan pengolahan sampah sebenarnya sudah dilakukan rutin, namun setiap pertemuan memiliki metode yang berbeda-beda.
Tidak lama setelah itu, Pusat Pengembangan Green Campus (Pusbang Green Campus) bekerjasama dengan PT Garudha Panglimo Nuswantara untuk pengelolaan sampah terpadu. Pihak kampus sudah berkoordinasi dan berdiskusi mengenai kajian rencana pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu mandiri. Harapan dari kerjasama ini agar terciptanya optimalisasi sistem pengelolaan sampah di kampus UIN Jakarta dengan penerapan konsep Integrated Waste Management yang mencakup pemilahan, pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali sampah organik dan anorganik. Selain itu, ada bimbingan teknis dalam pengelolaan limbah B3 dan edukasi bagi sivitas akademika.
Mahasiswa UIN Jakarta sudah tidak asing dengan fasilitas tempat sampah organik dan anorganik yang sudah tersebar di berbagai titik penting seperti masjid, titik-titik kumpul mahasiswa, kantor, dan gedung fakultas. Tong sampah berwarna hijau dikhususkan tempat sampah organik seperti, sisa makanan, ranting pohon, sisa sayuran, kulit buah dll. Tong sampah berwarna kuning dikhususkan tempat sampah anorganik seperti, sampah plastik, sampah logam, styrofoam dll. Sedangkan tong sampah berwarna merah dikhususkan untuk tempat B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti baterai bekas, lampu neon, limbah kimia, dll.
Tidak kalah kreatif dengan pihak kampus, mahasiswa studi kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyebarkan eco enzym di lingkungan kampus 1. Penyebaran eco enzym ini sebagai bahan praktek mata kuliah Kimia Lingkungan. Para mahasiswa jurusan kimia tersebut memproduksi hasil olahan eco enzym yang terbuat dari limbah organik rumah. Fungsi eco enzym ialah pembersih alami dan pupuk cair yang aman bagi tanaman dan air. Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. memberikan dukungan aktivitas yang dilakukan mahasiswa jurusan kimia. Dosen pengampu mata kuliah Kimia Lingkungan, Prof. Dr. Hendrawati, M.Si menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, namun bisa mempraktekkan dan menjaga ekosistem lingkungan kampus lebih sehat.






