“Pernahkah kamu merasa waktu berlalu begitu cepat saat scroll media sosial?”
Saat ini, media sosial hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja. Bagi banyak anak muda, membuka media sosial sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Ketika bangun tidur, menunggu sesuatu, atau sekadar mengisi waktu luang, ponsel sering kali menjadi hal pertama yang dicari. Melalui media sosial, remaja dapat melakukan banyak hal, mulai dari mencari informasi, mengikuti perkembangan tren, menonton hiburan, hingga berinteraksi dengan teman-teman mereka di ruang digital. Tingginya penggunaan media sosial sebenarnya bukan sekadar anggapan. Berbagai data menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di kalangan generasi muda memang sangat tinggi. Laporan Digital 2026 Indonesia dari Data Reportal menunjukkan bahwa terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia pada akhir 2025, atau setara dengan 62,9 persen dari total populasi.
Di kalangan remaja, keterhubungan dengan dunia digital bahkan terlihat lebih kuat. Sebuah laporan menyebutkan bahwa sekitar 92 persen remaja berusia 13 hingga 17 tahun telah terhubung dengan internet dan aktif secara daring setiap hari. Hal ini menandakan bahwa bagi generasi muda, internet dan media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Berbagai platform pun dimanfaatkan oleh generasi Z untuk beragam kebutuhan. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan platform lainnya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga untuk mencari informasi, mengikuti tren, hingga berinteraksi dengan orang lain. Di antara berbagai platform tersebut, Instagram menjadi salah satu yang paling populer, dengan sekitar 83 persen generasi Z tercatat sebagai penggunanya.
Kehadiran media sosial memang membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi dapat ditemukan dengan cepat, beragam keterampilan baru dapat dipelajari melalui konten singkat, dan hiburan pun selalu tersedia hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pula kebiasaan baru yang semakin sering dialami oleh remaja, yaitu scroll media sosial tanpa tujuan yang jelas.
Kebiasaan ini dikenal dengan istilah doom scrolling, yaitu aktivitas menggulir media sosial secara terus-menerus tanpa benar-benar memiliki tujuan tertentu. Sering kali seseorang hanya berniat melihat satu video atau membaca satu unggahan, tetapi tanpa disadari jempol terus bergerak menggulir layar. Konten demi konten muncul silih berganti sehingga membuat kita bertahan lebih lama di depan layar dari yang semula direncanakan.
Banyak remaja yang awalnya membuka media sosial hanya untuk mengisi waktu sebentar, tetapi akhirnya menghabiskan waktu jauh lebih lama. Layar terus berganti menampilkan berbagai video dan unggahan baru, sementara waktu berlalu tanpa terasa. Beberapa menit yang awalnya dianggap singkat dapat berubah menjadi puluhan menit, bahkan berjam-jam.
Jika kebiasaan tersebut terus berlangsung, dampaknya pun mulai terlihat. Waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk belajar, beristirahat, atau melakukan kegiatan lain sering kali tersita karena sibuk scroll media sosial tanpa tujuan. Selain itu, derasnya arus konten yang dikonsumsi secara cepat juga membuat informasi hanya lewat sekilas tanpa benar-benar dipahami. Akibatnya, kita mungkin melihat banyak hal dalam waktu singkat, tetapi hanya sedikit yang benar-benar tersimpan dalam ingatan.
Ada kalanya seseorang berhenti sejenak dari layar ponselnya dan baru menyadari bahwa waktu telah berlalu cukup lama. Jari mungkin sudah scroll tanpa henti, berbagai video dan unggahan sudah silih berganti, tetapi ketika semuanya berhenti, muncul pertanyaan sederhana dalam pikiran,
“Sebenarnya apa yang baru saja didapatkan?”
Perasaan seperti ini tidak jarang dialami oleh banyak remaja. Waktu terasa habis begitu saja di depan layar, sementara tidak banyak hal yang benar-benar membekas. Pengalaman inilah yang membuat kebiasaan doom scrolling sering dipandang sebagai salah satu tantangan baru bagi generasi muda di tengah kehidupan digital saat ini.
Ketika scroll tak lagi sekadar ‘scroll’
Walau doom scrolling sering membuat waktu terasa terbuang, bukan berarti aktivitas menggulir media sosial selalu membawa dampak negatif. Dengan cara penggunaan yang lebih bijak, media sosial justru dapat menjadi ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja.
Di layar yang sama yang sering kita gunakan untuk hiburan, tersimpan begitu banyak pengetahuan yang bisa ditemukan. Saat ini tidak sedikit kreator yang membagikan konten edukatif dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Mulai dari penjelasan ilmu pengetahuan, tips belajar, perkembangan teknologi, hingga berbagai keterampilan praktis yang dapat langsung dicoba dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, media sosial juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Banyak orang membagikan pengalaman, ide kreatif, atau perjalanan mereka dalam mengembangkan diri. Konten-konten seperti ini sering kali menghadirkan sudut pandang baru yang dapat memotivasi orang lain untuk mencoba hal-hal yang lebih positif. Dengan kata lain, layar yang sama yang sering kita scroll tanpa tujuan sebenarnya juga menyimpan berbagai peluang untuk belajar dan berkembang.
Perubahan kecil dalam cara kita menggunakan media sosial dapat membawa perbedaan yang cukup besar. Misalnya dengan mulai mengikuti akun-akun yang memberikan informasi bermanfaat, membatasi waktu penggunaan media sosial agar tidak berlebihan, atau membuka media sosial dengan tujuan yang lebih jelas. Ketika kebiasaan tersebut mulai diterapkan, kegiatan scrolling tidak lagi sekadar menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan baru.
Pada akhirnya, kebiasaan scrolling mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang dari kehidupan kita. Dunia digital telah menjadi bagian dari keseharian remaja. Namun yang dapat kita ubah adalah cara kita memaknai kebiasaan tersebut.
Di balik scroll yang tampak sederhana, sebenarnya tersimpan banyak kemungkinan. Setiap guliran layar dapat membawa kita pada ide baru, pengetahuan baru, atau bahkan sudut pandang baru tentang dunia di sekitar kita. Ketika kita mulai menggunakan media sosial dengan lebih sadar, kebiasaan scrolling tidak lagi hanya menjadi aktivitas yang menghabiskan waktu.
Justru di sanalah kita dapat mulai menemukan makna di balik scroll yang tak pernah usai. Sebab terkadang, dari hal yang tampak sederhana seperti scrolling media sosial, seseorang dapat menemukan sesuatu yang berharga, sebuah pengetahuan, inspirasi, atau bahkan langkah kecil menuju perubahan yang lebih baik.


