Kenali Dampak Negatif Senyawa Organik Volatil (VOC) : Kontribusi Biologis dan Aktivitas Manusia terhadap Krisis Lingkungan

sumber: canva.com

Unsur kimia erat kaitannya menjadi bagian dari kehidupan manusia, semua hal terkait  aktivitas manusia dari mulai berpakaian, makan, minum dan hal pokok lainnya melibatkan  satu atau banyak senyawa kimia. Contoh kecilnya adalah udara yang kita hirup, merupakan  bagian dari senyawa kimia dengan komposisi utama terdiri dari nitrogen (N2) dan oksigen (O2)  serta sejumlah gas lain seperti argon (Ar) atau bahkan karbon dioksida (CO2). Diantara  kumpulan senyawa kimia ini, kita mengenali bahwa ada yang dinamakan dengan senyawa  organik. Senyawa organik merupakan senyawa kimia yang memiliki unsur karbon (C) sebagai  kerangka utama dan umumnya mengandung unsur hidrogen (H). Senyawa organik ini berasal  dari makhluk hidup atau proses biologi seperti aktivitas organisme hidup, fotosintesis dan lain  sebagainya. Diantara contoh senyawa organik yang familiar dan paling sering kita temui adalah  protein, lemak, dan hidrokarbon. 

 

“Sesuatu yang bersumber dari alam tidak selalu berdampak baik bagi alam” pernyataan  ini relevan dengan keberadaan senyawa organik terhadap kondisi lingkungan. Karna sejatinya,  keberadaan senyawa organik ini tidak hanya erat kaitannya dengan aktivitas manusia, tetapi  juga erat kaitannya dengan alam. Banyak diantara senyawa-senyawa organik yang memberikan  dampak signifikan terhadap kesehatan lingkungan hal ini dingaruhi adanya mekanisme  pengolahan, penggunaan atau bahkan proses pembungan yang dapat menimbulkan berbagai  dampak negatif bagi kesehatan lingkungan. 

 

Senyawa organik Volatil (VOC) merupakan salah satu senyawa yang memiliki dampak  ‘cukup hebat’ bagi kesehatan lingkungan kita. Senyawa organik volatil (VOC) ini merupakan  jenis zat kimia yang biasanya ditemukan dalam bentuk gas dan akibatnya diproduksi secara  luas oleh manusia serta didistribusikan ke seluruh lingkungan untuk berbagai keperluan rumah  tangga dan komersial (Vereecken et al., 2018). Pembentukan senyawa organik volatil dilakukan  melalui beberapa aktivitas diantaranya adalah :

 

1. Aktivitas Biologi 

 

Senyawa volatil yang dihasilkan dari proses biologi biasanya berupa Produksi metabolit  sekunder pada tumbuhan. umumnya berfungsi untuk menunjang keberlangsungan  hidup tumbuhan di alam. Metabolit sekunder yang dihasilkan bersifat spesifik spesies artinya spesies tertentu mampu menghasilkan metabolit sekunder tertentu pula. Contoh  metabolit sekunder yang dilepaskan tumbuhan antara lain senyawa terpenoid,  flavonoid, alkaloid, tanin dan steroid. 

 

2. Aktivitas Manusia 

 

Diantara aktivitas manusia yang menunjang pembentukan senyawa organik volatil  adalah penggunaan kendaraan yang memicu penguapan bahan bakar fosil, pembakaran  biomassa/biofuel menyebabkan emisi senyawa organik volatil yang beracun. Kegiatan  industri seperti industri karet, cat, dan produk berbahan dasar kulit juga memicu pembentukan senyawa organik volatil (VOC) seperti benzena, toluena, dan xilena. 

 

VOC di luar ruangan memengaruhi lingkungan alam dan secara tidak langsung  memengaruhi kesehatan manusia, sementara keberadaannya di dalam ruangan dapat  memengaruhi kesehatan manusia. Beberapa senyawa organik volatil lebih mudah menguap  daripada yang lain, senyawa yang menguap lebih cepat lebih berbahaya dan menimbulkan  risiko lebih tinggi bagi lingkungan dan manusia. Diantara dampak negatif senyawa organik  bagi kesehatan lingkungan adalah :

 

1. Pemanasan Global 

 

Hampir semua VOC secara langsung berkontribusi terhadap pemanasan global dengan  menyerap radiasi inframerah dari permukaan bumi, dan semakin kompleks suatu VOC,  semakin besar kemampuannya untuk menyerap radiasi inframerah, namun sebagian  besar VOC memiliki waktu hidup atmosfer yang pendek dan terurai, sehingga  mengurangi efeknya (pengecualian terhadap aturan ini adalah hidrokarbon ringan jenuh  dan senyawa terhalogenasi). VOC secara tidak langsung berkontribusi terhadap  pemanasan global dengan mengubah konsentrasi ozon, yang merupakan gas rumah  kaca yang kuat.

 

2. Penipisan Ozon Stratospher 

 

Banyak VOC dapat menyebabkan kerusakan pada material di dekat titik  pembuangannya, sebagai akibat dari sifat pengoksidasi atau korosif. VOC secara tidak  langsung dapat berkontribusi terhadap kerusakan material melalui pembentukan ozon  yang merupakan agen pengoksidasi yang sangat kuat dan dapat menyerang material  seperti karet alam dan sintetis, tekstil dan resin, atau yang digunakan dalam pelapis  permukaan. Degradasi bangunan yang dipercepat terjadi melalui kerusakan pada  lapisan pelindung. Disisi lain, reaksi antara VOC dan nitrogen oksida (NOx) terjadi di hadapan sinar matahari dan menghasilkan oksidan fotokimia (termasuk ozon,  peroksiasil nitrat, peroksida, dll.) Bahan kimia ini dapat memengaruhi kesehatan  manusia dan berbahaya bagi lingkungan, meningkatkan bahaya NO terhadap  lingkungan melalui oksidasinya menjadi NO2 .

 

3. Pencemaran Udara 

 

Banyak VOC memiliki bau khas dan, dalam beberapa situasi, dapat terjadi dengan  emisi VOC dan masalah bau yang tidak sedap. Intensitas bau dari senyawa tertentu  biasanya dinyatakan dengan ambang baunya, yaitu, konsentrasi di mana separuh  populasi tidak dapat mendeteksi bau tersebut. Sulit untuk memprediksi ambang bau  dari campuran VOC, karena sering kali ada efek sinergis yang kompleks dan nonlinier  yang dapat mengubah intensitas dan kualitas bau yang dirasakan dan dalam situasi  seperti itu, ambang bau yang dipancarkan oleh campuran VOC harus ditetapkan dengan  pengukuran praktis. Uap VOC dilepaskan ke udara oleh jasa pembersih kering, bengkel  mobil, fasilitas pengecatan dan pelapisan, dan mesin berbahan bakar gas. VOC juga  merupakan polutan umum di berbagai lokasi di Minnesota saat tumpahan bahan kimia  atau penanganan yang salah telah mencemari tanah. Di lokasi-lokasi ini, VOC dapat  meresap ke dalam air tanah dan berpindah ke sumur pasokan air minum. Begitu berada  di air tanah, VOC dapat menghasilkan uap beracun yang bergerak melalui tanah dan  dapat masuk ke dalam bangunan serta menurunkan kualitas udara dalam ruangan, suatu  proses yang disebut intrusi uap.

 

Daftar Pustaka : 

Pandey, P.; Yadav, R. 2018. Tinjauan tentang Senyawa Organik Volatil (VOC) sebagai Polutan  Lingkungan: Nasib dan Distribusi. Int. J. Plant Environ. 4 , 14–26. 

Spengler, JD; Yan,. 2002. CQ Faktor kualitas udara dalam ruangan dalam merancang bangunan  yang sehat. Annu. Rev. Energy Environ. 25 , 567–601. 

Murrells, T. 2007. Konsekuensi Perubahan Iklim dari Pengendalian Emisi VOC. Laporan  kepada Departemen Lingkungan Hidup, Pangan, dan Urusan Pedesaan, Pemerintah Majelis  Welsh, Eksekutif Skotlandia, dan Departemen Lingkungan Hidup untuk Irlandia Utara. AEA  Energy Environ. 9 , 1–19. 

Mangotra, A. 2024. Senyawa Organik Volatil : Ancaman Terhadap Lingkungan dan Bahaya  Kesehatan Bagi Organisme Hidup. Junal Bioteknologi ELSEVIER. Vol.382, 51- 60

Berita Terbaru

16 Responses

16 thoughts on “Kenali Dampak Negatif Senyawa Organik Volatil (VOC) : Kontribusi Biologis dan Aktivitas Manusia terhadap Krisis Lingkungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *