Psikologi Konseling Dalam Era Digital : Efektivitas Terapi Online Bagi Generasi Z

sumber: canva.com

Saat ini kita sudah memasuki era digital, era di mana segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan cara yang canggih, cepat, dan praktis melalui teknologi digital. Dengan adanya era digital ini, psikologi konseling memanfaatkan akses digital untuk melakukan terapi online bagi Generasi Z.

 

Generasi Z, yang kita tahu adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi, membuat mereka menjadi generasi yang melek terhadap teknologi. Namun, generasi ini juga dikenal lebih rentan terhadap masalah tekanan mental.


Dengan kondisi tersebut, psikologi konseling di era digital melakukan terapi online untuk Generasi Z. Namun, apakah terapi online ini efektif bagi mereka?

 

Era digital yang paling banyak menjadi faktor kesehatan mental Generasi Z adalah media sosial. Guru Besar Psikologi Undip, Dian R. Sawitri, menjelaskan dampak media sosial terhadap Gen Z, di mana media sosial memiliki karakteristik yang memungkinkan penyebaran konten secara luas dan interaksi dengan banyak orang, yang dapat menyebabkan distraksi dan adiksi. Salah satu dampaknya adalah menurunnya rasa kepercayaan diri.

 

Dalam praktik klinis, Dr. Lahargo menemukan bahwa gangguan kesehatan mental yang paling umum di kalangan Gen Z adalah gangguan kecemasan, depresi, dan pikiran bunuh diri (Putri Auliya Virnanda, 2024). Hal ini didukung dengan penelitian dari University College London yang menemukan bahwa Gen Z memiliki tingkat depresi lebih tinggi dibandingkan dua pertiga generasi milenial.

 

Dalam menyelesaikan sesuatu, Generasi Z menyukai cara yang praktis dan cepat. Hal ini disebabkan karena mereka tumbuh seiring dengan perkembangan digital, yang membuat mereka menyukai cara yang lebih praktis dan lebih cepat. Gaya hidup ini sangat cocok dengan era digital, yang membuat mereka mengaitkan banyak aspek kehidupan dengan dunia digital. Mengetahui hal ini, psikologi konseling tidak hanya melakukan terapi tatap muka, melainkan juga memulai terapi online agar lebih mudah diakses demi membantu Generasi Z menyelesaikan permasalahan mental tanpa harus bertemu secara langsung, dan dapat dilakukan di mana saja.

 

Terapi online adalah terapi yang dilakukan melalui internet (Kendra Sherry, 2024). Keunggulan dari terapi online ini di antaranya:

  • Pilihan bagus untuk daerah terpencil,
  • Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas fisik,
  • Perawatan bisa lebih mudah dilakukan.

Namun, terapi online juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Risiko terhadap kerahasiaan, privasi, dan ketergantungan pada teknologi yang tidak selalu dapat diandalkan,
  • Kurangnya respon terhadap situasi kritis,
  • Tidak cocok untuk penyakit kejiwaan serius,
  • Mengabaikan bahasa tubuh,
  • Kekhawatiran terhadap aspek etika dan hukum,
  • Perusahaan asuransi mungkin tidak menanggung biaya terapi online,
  • Beberapa negara bagian tidak mengizinkan penyedia dari luar negara bagian.

Melihat kekurangan terapi online yang lebih banyak dibandingkan kelebihannya, muncul pertanyaan: apakah terapi ini benar-benar efektif dalam membantu permasalahan mental Generasi Z?

 

Studi yang dilakukan oleh beberapa instansi menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada gejala depresi dan kecemasan. Berbagai penelitian juga menyatakan bahwa efektivitas terapi online bisa sebanding dengan terapi tatap muka.

 

Dari jurnal yang meneliti efektivitas konseling terhadap kesehatan mental remaja, ditemukan efektivitas yang cukup besar untuk meningkatkan kesehatan mental para remaja. Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian-penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terapi online efektif jika sesuai dengan karakteristik klien yang familiar dengan kecanggihan teknologi dan merasa adanya hambatan dengan konseling tatap muka.

 

Tak hanya itu, temuan dari penelitian terdahulu menunjukkan bahwa konseling online mampu meningkatkan well-being dan menurunkan gejala keluhan yang dialami oleh remaja hingga dewasa dengan kesepian kronis (O’Reilly, 2025).

 

Hart dan Chester (2010) juga membuktikan bahwa konseling online efektif untuk mengatasi masalah psikologis pada remaja, seperti depresi, gangguan panik, kecemasan sosial, gangguan stres pasca trauma, dan gangguan makan.

 

KESIMPULAN

 

Dilihat dari penelitian-penelitian yang ada, terapi online terbukti efektif untuk membantu permasalahan mental pada Generasi Z, baik yang masih muda maupun yang sudah dewasa. Namun, terapi online tidak disarankan untuk semua pasien. Terapi ini lebih cocok bagi pasien yang gangguan mentalnya belum terlalu parah.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://undip.ac.id/post/39204/benarkah-gen-z-rentan-depresi-kesehatan-mental-di-tengah-dinamika-kehidupan-digital.html?amp=1

https://vokasi.unair.ac.id/gen-z-dan-tantangan-mental-health-menghadapi-tekanan-di-era-modern/

https://www.gramedia.com/literasi/era-digital/?srsltid=AfmBOop-Z2W8FY7209NpGrRgBB4Gp3TL6NNwxR346EqtUaEZnr4IlZB2

https://www.verywellmind.com/advantages-and-disadvantages-of-online-therapy-2795225

https://kelaspsikologi.com/terapi-online-menangani-masalah-kesehatan-mental-era-digital/#gsc.tab=0

https://www.bing.com/ck/a?!&&p=2946c5e894beb50256e9f30c2cb42a69bf5f6e59964f49239daf0133f5e5186bJmltdHM9MTc0NTEwNzIwMA&ptn=3&ver=2&hsh=4&fclid=027ca65e-c35f-6acd-2727-b3fbc21a6b91&psq=jurnal+efektivitas+terapi+online&u=a1aHR0cHM6Ly9vanMuZmtpcC51bW1ldHJvLmFjLmlkL2luZGV4LnBocC9iay9hcnRpY2xlL2Rvd25sb2FkLzY0MjQvcGRm&ntb=1

Berita Terbaru

2 Responses

2 thoughts on “Psikologi Konseling Dalam Era Digital : Efektivitas Terapi Online Bagi Generasi Z”

  1. Someone necessarily lend a hand to make significantly posts I would state. This is the first time I frequented your web page and thus far? I surprised with the research you made to create this actual publish amazing. Fantastic process!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *