Bahasa Arab dan Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Peluang dalam Penerjemahan Otomatis

sumber: canva.com

Saat ini bahasa Arab menjadi salah satu bahasa yang memiliki pengaruh dan sama penting peranannya dalam dunia internasional. Selain menjadi sarana untuk memahami agama islam, bahasa Arab sudah menjadi bahasa yang diresmikan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Bahasa Arab kini menjadi alat komunikasi lintas negara sama seperti bahasa lain. Namun dalam memahami bahasa arab tidak sesederhana memahami bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. 

Bahasa Arab memiliki gramatikal yang unik dan perlu pemahaman mendalam untuk dapat mengerti struktur kalimat di dalamnya. Hal ini menimbulkan peluang sekaligus tantangan bagi para penerjemah di era digital. Platform terjemahan dalam media sosial menjadi salah satu alat penting untuk memudahkan manusia dalam menjalin komunikasi antar bangsa. Dengan kecanggihan ini bisa menghadirkan sebuah peluang untuk manusia berinteraksi lebih luas dengan bangsa manapun, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan sebuah tantangan. 

Dalam konteks bahasa Arab, terjemahan teks di platform media sosial adalah suatu tantangan yang unik untuk menghadapi kompleksitas bahasa serta nuansa budaya. Terkadang penerjemahan di media sosial tidak sesuai dengan konteks yang dimaksud, membuat teks yang diterjemahkan menjadi tidak dimengerti dan makin rumit. Berikut adalah peluang dan tantangan dalam penerjemahan bahasa Arab di media sosial pada era digital seperti sekarang.

Peluang terhadap adanya media pembelajaran dan penerjemahan otomatis teks Bahasa arab secara digital

Perkembangan IPTEK yang semakin maju menghadirkan kemudahan pada beberapa aspek ilmu pengetahuan. Salah satunya diterapkan dalam aspek pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Kemudahan untuk belajar bahasa Arab melalui platform media sosial makin membuka peluang terhadap siapapun yang ingin mempelajarinya. Media-media tersebut menyediakan dalam bentuk video pembelajaran dengan tutor yang ahli dibidang bahasa Arab atau mungkin dari native speaker langsung yang menyajikan.

Adanya alat penerjemah digital yang bisa dengan sangat mudah kita akses saat ini juga merupakan suatu dampak positif sekaligus peluang bagi kita yang masih kesulitan memahami kosakata dalam bahasa Arab dan struktur kalimatnya. Sekarang bahkan banyak sekali kamus-kamus digital bahasa Arab yang akan lebih membantu dalam memahami tiap kosakata beserta artinya. Seseorang tidak perlu lagi menenteng kamus bahasa Arab dalam bentuk buku dan mencari manual karena semua akses tersedia di dalam handphone.

Teknologi senantiasa memberi peluang bagi para pembelajar bahasa Arab dengan inovasi yang disajikan agar lebih mudah mempraktekan bahasa Arab dalam tulisan maupun sebagai bahan acuan untuk materi percakapan bahasa Arab. Seseorang dapat dengan mudahnya menerjemahkan sebuah teks berbahasa Arab ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya dengan media terjemahan yang tersedia secara otomatis. Semua kemajuan teknologi ini tentu membawa bahasa Arab lebih maju dalam perkembangannya sampai sekarang.

Tantangan terhadap adanya media pembelajaran dan penerjemahan otomatis teks Bahasa arab secara digital

Di balik kebermanfaatan dan peluang dari adanya platform media sosial dalam pembelajaran dan penerjemahan otomatis bahasa Arab, tentu tidak terlepas dari tantangan-tantangan yang ada di dalamnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Shabur dan Dina (2023) menyatakan bahwa bahasa Arab memiliki karakteristik khusus yang sering menyulitkan ketika diterjemahkan ke dalam bahasa lain, terutama dalam ruang digital yang penerjemahan teksnya bersifat singkat dan langsung. 

Terjemahan otomatis sering kali kurang efektif dalam menangkap Bahasa informal dan kontekstual. Oleh karena itu, penerjemah harus memiliki pemahaman mendalam tentang budaya arab dan penyampaian kata- kata yang pas sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan. Selain itu, kecepatan dalam penyebaran informasi di media sosial menambah tantangan baru bagi penerjemah agar tetap relevan bagi audiensi. Dengan kecepatan ini, penerjemah mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menganalisis teks secara mendalam, sehingga hal itu dapat memengaruhi kualitas terjemahan. 

Meskipun alat penerjemah otomatis dapat mempercepat proses penerjemahan, akan tetapi perlu adanya pengkoreksian setelahnya agar hasil terjemahan sesuai dengan konteks budaya dan tata bahasa yang benar agar mengurangi terjadinya potensi hasil terjemahan yang salah dan tidak sesuai dengan makna asli. Di dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Khoirul Amri Harahap menunjukkan banyaknya kesalahan yang terjadi Ketika menggunakan mesin penerjemah otomatis atau sering disebut Google Translate. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi kesalahan dalam aspek linguistik pada tataran morfologi (as-sharf), sintaksis (an-nahwu), dan semantik (ad-dalalah). Beberapa tantangan dalam penerjemahan otomatis teks bahasa Arab di media sosial dapat terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu tantangan bahasa dan tantangan budaya.

1. Tantangan dalam Aspek Bahasa

Tantangan bahasa bisa hadir karena adanya kompleksitas dalam struktur kalimat yang ada di dalam bahasa Arab. Bahasa Arab memiliki Tingkat kerumitannya tersendiri agar dapat memahami sepenuhnya. Perbedaan paling mencolok yang membedakan Bahasa Arab dari Bahasa Inggris dan Indonesia adalah pada peletakan urutan kata. Dalam Bahasa Indonesia urutan kata tersusun dari Subjek-Predikat-Objek (SPO). Sedangkan dalam Bahasa Arab seringkali urutan kata diawali dengan kata kerja. Contoh kalimat الكتاب زيد قرأ diawali kata kerja yaitu قرأ yang artinya membaca. Perubahan urutan yang cukup rumit ini jika diterjemahkan langsung memicu kebingungan dalam memahami makna.

2. Tantangan dalam Aspek Budaya

Ekspresi budaya merupakan elemen yang sangat penting dalam komunikasi. Ekspresi-ekspresi ini telah mengakar dalam kebudayaan arab yang unik sehingga menimbulkan kesulitan apabila diterjemahkan secara langsung. Selain itu, bahasa Arab juga kaya akan ungkapan budaya, sindiran dan metafora yang berkaitan dengan tradisi budaya, kondisi politik, dan norma sosial di negara Arab. Semua itu perlu pemahaman khusus dari para ahli yang mendalami dibidangnya ataupun dari penutur asli bahasa Arab.

Referensi

Nurfasilah., Harahap, Pangulian., Khairiyah, Rana., & Nasution, Sahkholid. (2024). Analisis Tantangan Bahasa dan Budaya dalam Penerjemahan Teks Arab di Media Sosial. Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab, 6 (2). 

Saleh, Ummu., Uqba, Shalih., Nurlatipah., Daroini, Slamet. (2023). Inovasi Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Di Era

Digital Pada SMA IT Al-Fityan School Gowa. Jurnal At- ta’bir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 1, 88-97.

Putri, Aidah., Hasan, Mohammad. (2023). Penerapan Kecerdasan Buatan Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab di Era Society 5.0. Jurnal of Language Education, 7 (1). 

Zahrani, Rossita., Ramadhani, Inayah., Nabila, Sabrina., Azzahra, Salsabillah., Salsabilla, Fathya., Fadhil, Muhammad. Implementasi Peran Kecerdasan Buatan dalam Mentransformasi Pendidikan Sastra dan Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4 (4).

Berita Terbaru

1 Responses

1 thought on “Bahasa Arab dan Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Peluang dalam Penerjemahan Otomatis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *