Peran Mahasiswa Farmasi dalam Edukasi Penggunaan Obat

sumber: canva.com

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman tanamannya yang biasanya ditemukan di alam maupun ditanam secara mandiri yang berpotensi untuk menyehatkan tubuh dan menyembuhkan dari berbagai penyakit, seperti pada tanaman katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) yang dipercaya mampu membantu produksi ASI bagi ibu menyusui yang memiliki ASI kurang lancar atau sedikit, jahe (Zingiber officinaleRoscoe) dimanfaatkan masyarakat sebagai obat batuk dan peningkat imunitas tubuh, tanaman kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan warga sebagai penurun rasa kram atau nyeri perut ketika menjelang haid (Lestari, D., et al, 2021), dan masih banyak tumbuhan lainnya yang dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut sudah dilakukan turun-temurun dari nenek moyang yang berdasarkan pengalaman empiris. Saat ini dikenal sebagai tanaman obat.

 

Tanaman obat merupakan tanaman yang bagian-bagiannya dapat dimanfaatkan. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan diantaranya akar, batang, daun, buah maupun hasil ekskresinya diyakini dapat menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit (Falah et al, 2013; Lestari, D., et al, 2021). Umumnya tanaman obat dapat diklasifikasikan menjadi tanaman obat tradisional di mana dipercayai masyarakat memiliki khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional. Tanaman obat modern merupakan spesies tanaman obat yang telah dibuktikan secara ilmiah mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat obat dan dipertanggungjawabkan penggunaannya secara medis (Lestari, D., et al, 2021). Tanaman obat ini biasanya diramu dalam sediaan jamu atau pun dalam bentuk simplisia (ekstral kering). Namun, obat tradisional semakin ditinggalkan karena memberikan efek penyembuhan yang relatif lama dibanding obat-obatan medis. Alasan tersebut membuat beberapa produsen menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) pada obat tradisional yang diproduksinya. BKO dilarang ditambahkan dalam obat tradisional karena dosis yang ditambahkan tidak diketahui, sehingga berpotensi menimbulkan efek samping yang membahayakan. Efek samping yang didapat setelah mengkonsumsi obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa (Oktoviani et al, 2019). Namun sayangnya, saat ini banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai permasalahan tersebut, sehingga masih banyak masyarakat yang mengonsumsinya dan percaya semua jamu itu aman.

 

Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, sediaan farmasi berkembang. Selain obat tradisional juga terdapat sediaan obat modern. Sediaan obat modern dibuat dari bahan kimia sintetis yang sudah diteliti lebih lanjut, terutama pada dosis pemakaian. Dosis pemakaian harus dipatuhi oleh masyarakat agar tidak terjadi overdosis. Overdosis adalah akibat dari pemakaian obat dengan takaran yang berlebihan yang menyebabkan pusing, mual, kehilangan kesadaran, dan berujung pada kematian. Sayangnya banyak penjualan obat bebas yang dapat diakses oleh masyarakat luas serta banyak masyarakat yang menggunaakan obat tidak berdasarkan takaran. Contohnya, masih banyak masyarakat yang meminum antibiotik karena antibiotik dianggap “obat dewa” atau obat yang digunakan untuk semua penyakit. Pada kenyataannya, antibiotik tidak boleh diminum secera sembarangan karena berdampak pada resistensi bakteri atau bakteri menjadi kuat di dalam tubuh karena sudah bermutasi dan mengenali antibiotik, kasus nya pada pasien yang sedang mengalami gejala flu namun yang diminum adalah amoxicillin.  Hal tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai dampak atau pun resiko terhadap pengonsumsian obat-obatan secara sembarangan.

 

Farmasis adalah seseorang yang bekerja atau pun yang bertanggung jawab di ranah kefarmasian. Mahasiswa merupakan calon farmasis yang sedang menjalani dunia perkuliahan, namun juga memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan edukasi ke masyarakat luas. Mahasiswa farmasi sebagai bagian dari tenaga kesehatan masa depan memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional dan aman. Mahasiswa farmasi dibekali ilmu mengenai farmakologi, toksikologi, interaksi obat, dan cara penggunaan obat yang tepat selama masa perkuliahan. Dengan pengetahuan tersebut, mahasiswa farmasi dapat berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat umum. Edukasi yang diberikan tidak hanya pada cara minum obat yang benar, tetapi juga meliputi pemahaman tentang efek samping, kontraindikasi, dan pentingnya resep dokter terutama obat keras.

 

Salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa farmasi adalah melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang sering dilakukan dalam bentuk sosialisasi, penyuluhan, atau kampanye kesehatan di sekolah, kerja sama di kelurahan, dan fasilitas umum. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat menyampaikan informasi tentang bahaya penyalahgunaan obat. Selain penyuluhan, mahasiswa farmasi juga dapat membuat konten edukatif di media sosial seperti postingan berupa tulisan maupun video pendek mengenai penggunaan obat yang benar. Di zaman digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan cepat, namun tidak semuanya benar, namum adanya mahasiswa farmasi dapat berperan sebagai penyebar informasi yang terpercaya dan memerangi hoaks kesehatan yang banyak beredar di masyarakat.

 

Mahasiswa farmasi juga bisa berkolaborasi dengan instansi kesehatan, seperti puskesmas atau pun apotek  untuk membantu program penyuluhan atau skrining kesehatan masyarakat. Sebagai mahasiswa sudah sepatutnya mengeksplorasi banyak hal dan mahasiswa juga dibekali dengan berpikir kritisnya dalam menyalurkan ide terbaiknya. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa farmasi bisa memanfaatkan privilege mahasiswanya untuk membuat suatu komunitas yang membahas tentang keilmuan dan juga membahas tentang obat, yang nantinya komunitas tersebut bisa membuka relawan untuk terjun atau turun aksi ke masyarakat. Dengan begitu, persentase kesalahan penggunaan obat di tengah masyarakat dapat teratasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Azmiyati, Siti R., Cahyati, Widya H., Handayani, Oktia Woro K. (2014). Gambaran Penggunaan Napza Pada Anak Jalanan Di Kota Semarang. KEMAS, 9 (2), 137-143

Lestari, D., et al. (2021). Keanekaragaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat pada Pekarangan di Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Jurnalbios Logos, 11(2), 82-93

Oktoviani, et al. (2016). Edukasi Peredaran Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) Berbahaya Pada Generasi Z di Madrasah Sanawiah Negeri 02 Kota Bengkulu. Jurnal Abdimas Saintika, 5 (1), 186 – 197

Wulandari, A., et al. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Farmasi ISTN Terhadap Tindakan Swamedikasi Demam. Sainstech Farma, 9(2) , 7-11

Berita Terbaru

4 Responses

4 thoughts on “Peran Mahasiswa Farmasi dalam Edukasi Penggunaan Obat”

  1. If you propose on taking creatine, accomplish that in your consuming windows to be secure.
    Creatine is a superb power supply as a result of it’s what powers you thru very intense, fast-paced workouts.
    Think of it just like the spark that gets your system going, motivating you to push by way of the preliminary discomfort.

    You know the way good you’ll really feel on the other side however you
    want that extra little increase to get there.

    To “break” this kind of quick, you’d must eat something that tells your cells,
    “Hey, energy is here!”—which promptly shuts down the cleanup crew.
    In this article, we’ll cowl what creatine is, the benefits of creatine dietary supplements, how a
    lot creatine you must take, and whether taking creatine breaks a quick or causes an insulin spike.

    Some are safe to take on an empty abdomen, while others want food
    for proper absorption. Understanding fasting supplement timing might help you get the most benefits with out breaking
    your fast. Fasting has many well being advantages, such as improved vitality, better digestion,
    and weight loss. Nevertheless, your body might require further assistance as it adapts to remain hydrated, preserve
    very important vitamins, and prevent weariness.
    The extra intense and longer your exercises, the more
    calories you expend, leading to an overall fats reduction, together with stomach fats.
    For optimum absorption, every 5-gram dose of creatine should be taken with at least 12 ounces (375
    mL) of water. It Is recommended to drink three to 4 liters (12 to sixteen cups) of water daily to help creatine effectiveness
    and total hydration. Study about its health advantages, risks,
    and beneficial intake for a balanced diet…. Utilizing a smaller dose of creatine (2-3g) could additionally be cautiously applicable for some individuals
    on a 24 hour quick.
    Sure, this could actually assist preserve efficiency throughout fasted coaching periods.
    Sure, creatine could be taken on an empty stomach and
    is usually well-tolerated throughout fasting intervals.
    This means you’ll be able to confidently use creatine whereas fasting, figuring
    out that you just’re not compromising any of the advantages you
    are seeking to realize. At growpeaches.com, we emphasize the significance of selecting pure creatine monohydrate without any additives, fillers, or sweeteners.
    The quality of your creatine supplement can significantly impression your results,
    especially when you’re combining it with fasting. This unique
    characteristic means creatine can enter your muscle tissue without
    disrupting the fasting state or interfering with the
    benefits you are working to achieve. Your liver, kidneys, and pancreas work collectively every day
    to produce about 1-2 grams of creatine, which
    serves as your muscular tissues’ prompt power supply.

    The most typical strategies contain 16-hour fasts daily or fasting for twenty-four hours twice per
    week. During the consuming durations, individuals devour their common meals, while no
    meals is allowed during the fasting period—only water, espresso, tea, and
    other non-caloric drinks. This pattern is believed to bring about a quantity
    of physiological adjustments that contribute to improved well
    being, weight loss, and illness prevention. Intermittent fasting has become an more and more in style weight-reduction plan strategy lately,
    gaining consideration for its potential well being advantages and effectiveness in weight management.

    As the human body normally needs between 3-5 weeks to adjust to new supplements and maximize its effectiveness, make sure to
    start taking creatine earlier than the beginning of Ramadan. You may also need to tweak your consumption when wanted relying on how
    intensely you’ll have the ability to practice throughout Ramadan. In addition to
    its metabolic effects, it also has cognitive advantages corresponding to improved focus and enhanced psychological
    readability. It is greatest to avoid all energy throughout a fasting window,
    but some experts agree that sure products, like bone broth,
    coffee, and MCT oil, are all okay to devour with out breaking your fast.

    To disrupt ketosis, you want a spike in blood glucose and insulin ranges,
    which happens whenever you eat carbohydrates and sugars.

    When you’re taking pure creatine monohydrate on its own—without including it
    to a sugary drink or a giant scoop of protein—it has a really small, almost negligible, effect in your
    insulin levels. Its calorie depend is so low that it just doesn’t register as something the pancreas wants to
    reply to in a serious way. Finally, you have to determine what “breaking a fast”
    means for you.
    It’s saved primarily in your muscles, where it performs an important role in energy manufacturing throughout high-intensity, short-duration actions.
    Creatine is a non-proteinogenic amino acid, they
    are not part of the 20 amino acids required to
    make a protein. Moreover, creatine itself does not contain any energy, carbohydrates, or extra nutrients.

    Evidence suggests caffeine in coffee doesn’t negatively affect creatine absorption or efficacy.[11] Particular Person tolerance to caffeine consumption, nevertheless, could range from individual to individual.
    These who shouldn’t take creatine are those with kidney issues.
    Kidney disease and lowered kidney operate aren’t best because the kidneys metabolize the creatine.

    If you’re predisposed to a better risk for kidney illness, you should seek the advice
    of your doctor before utilizing creatine. Since your physique
    faucets into these stores when wanted, you don’t have to take creatine instantly before your exercise
    so long as the muscle creatine shops are topped off. Fasting usually enhances psychological focus by promoting ketone production. Anything that disrupts ketone technology could be thought-about a quick
    breaker.
    With that said, we’re talking about pure creatine dietary supplements that don’t contain any additives.
    The problem is that many creatine supplements are sweetened and flavored,
    or added into other fitness supplements that do
    trigger an insulin response, which signifies that consuming them would break your fast.

    Whether you wish to build muscle, improve strength,
    increase power, or enhance overall performance, creatine can do
    it. When taking creatine, it is best to avoid
    dehydration by increasing your water consumption, as creatine can you take creatine while fasting improve water retention in muscular tissues.
    Additionally, keep away from taking it with caffeine or acidic drinks, as they’ll
    interfere with its absorption. Moreover, steer clear of dietary supplements with added sugars or artificial components that could influence fasting or
    insulin ranges.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *