Generasi muda akrab di sebut dengan Anak Muda, merupakan sekelompok yang bisa menjadi racun atau obat di negeri ataupun di masyarakat. Banyak yang tidak sadar atau sedikitnya belum tahu tentang arti dan makna anak muda itu sendiri. Anak muda diibaratkan dengan sebuah kapal mewah yang sedang berlabuh di satu dermaga. Ketika menatap tuk memandangnya sangatlah memanjakan mata. Dia indah, cantik, sempurna bahkan mungkin saja kita berpikir alangkah bodohnya ada seseorang memindahkannya dan memakainya. Tetapi, bukan di situ tujuan sebenarnya kapal itu di buat. Kapal itu atau semua kapal yang ada di dunia ini, dibuat hanya dengan satu tujuan, untuk menerjang dan membelah ombak samudra.
Dari analogi sederhana itu kita dapat tahu kalo, katakan lah seorang anak muda, dia tidak tahu takdir sebenarnya apa yang diturunkan kepadanya maka dia akan senantiasa merasa enggan dalam mengambil keputusan dan Tindakan. Ini merupakan sebuah perjalan, barang siapa yang sampai kepada tujuan secepatnya dan tepat waktu maka ini akan mendapatkan pencapaian hasil yang dia sendiri tidak mengira akan sebaik ini.
Di zaman era modern abad ke 21 ini, kita semua harusnya mengetahui dengan baik efek samping dari penyalah gunaan teknologi. Tidak hanya itu saja, kita juga harus sadar dengan dinamika sosial yang ada di sekitar kita. Antara teknologi dan sosial kalau kita perhatikan memiliki akar penghubung yang kuat kaitannya. Ketika teknologi sudah dapat memberikan kemapanan misalnya melalui penyediaan angka besar besaran produksi pangan maka angka sosial pun mengalami kenaikan ke arah positif secara signifikan. Dampaknya adalah ledakan populasi pendudukan ketika sudah tercapai hal itu.
Muncul istilah Bonus Demografi sebagai makna tersirat ketika ada ledakan pendudukan. Bonus demografi adalah kondisi dimana angka usia produktif dan non produktif, lebih tinggi usia produktifnya ketimbang usia non produktif. Fenomeno tersebut terjadi karena pemicu dari angka kelahiran yang tidak sebanding dengan angka kematian. Dan semua ini saling berhubungan dengan ledakan pendudukan.
Masalahnya adalah terletak di anak muda ini. Jika melihat realitas demikian maka anak muda harus siap dengan persaingan, teknologi, pendidikan, serta lingkungan. Dorongan kesiagaan muncul karena hasil prediksi kesempatan akan mengarah ke arah ketidakpastian dalam semua aspek kehidupan. Maka tidak ada cara lain selain memanfaatkan peluang yang ada untuk menghadapinya.
Upaya yang dapat diraih oleh anak muda adalah dengan sebaiknya memanfaatkan waktu belajara nya. Belajar merupakan ukuran utama orang dapat dikatakan berpendidikan. Dengan kita selalu memanfaatkan waktu belajar maka kita dapat tahu ilmu dan mudah untuk mengambil keputusan agar berbalik menguntungkan ke kita.
Dan yang kedua adalah dengan ingin mengetahui dan memahami perkembangan sains dan teknologi. Sains dan teknologi merupakan aspek krusial untuk membenahi kreatifitas dan teknologi. Dengan mengandalkan sains dan teknologi serta kemampuan otak dalam berimajinasi maka anak muda pasti bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Tidak bisa di katakan mudah hal demikian, perlu adanya distraksi dukungan dari lingkungan sekitar untuk mengantarkan kepada hal itu.
Ketiga adalah dengan selalu memperhatikan perkembangan politik. Politik merupakan ranah yang penting ketika berkehidupan negara. Semua orang harus di ikat dengan hukum agar tidak semena mena. Begitupun untuk pemangku kebijakan, harus selalu merujuk pada tujuan bersama bukan kepentingan pribadi. Dengan selalu memperhatikan pendidikan politiknya, anak muda bisa menjadi jembatan perubahan antara masyarakat dengan pemerintah sekaligus katalisator perubahan.
Kesimpulan
Bungkarno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 orang pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Kalimat yang dapat dijadikan sebagai kesimpulan dari tema kali ini. Menunjukan peran potensial yang tidak main main dan kecil dari generasi muda.






