Green Campus Sebagai Bentuk Aksi Nyata dan Komitmen UIN Jakarta dalam Mewujudkan SDGs

Sumber: Pinterest

Dunia tengah menghadapi fenomena luar biasa bernama perubahan iklim atau dalam bahasa inggris disebut climate change. Perlu digaris bawahi bahwa iklim bukanlah cuaca. Cuaca adalah kondisi atmosfer dalam suatu wilayah, sementara iklim merupakan rata-rata cuaca dalam jangkauan wilayah yang sangat luas dalam jangka waktu minimal 30 tahun. Perubahan iklim dapat berarti cuaca yang menjadi berubah secara ekstrim – peningkatan frekuensi badai, kekeringan, suhu tinggi, dan lainya – dan dapat berdampak pada ekosistem dan kelanjutan serta kualitas hidup manusia. 

Perubahan iklim tidak serta merta terjadi, tentu saja terdapat campur tangan manusia yang melatarbelakangi terjadinya perubahan ini. Aktivitas manusia seperti pembakaran batu bara dan minyak bumi sejak masa revolusi industri hingga sekarang telah menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Hal tersebut juga diperparah oleh menyusutnya ruang hijau dan hutan-hutan untuk kebutuhan energi dan industri untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin massif terutama di era modern sekarang ini. Jika terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin umat manusia akan lenyap karena aktivitas pemenuhan kebutuhanya sendiri. Oleh karena itu, perubahan iklim telah menjadi perhatian dalam dunia internasional. Melalui PBB, negara-negara mulai mencari Solusi Bersama untuk kelangsungan umat manusia dan lingkungan yang lebih baik di masa depan.

 

Apa Itu SDGs (Sustainable Development Goals)

Dunia internasional telah menyadari bahwa tidak ada artinya kebutuhan terpenuhi sekarang, jika di masa mendatang bumi justru mengalami krisis karena iklim menjadi tidak stabil. Umat manusia dan negara-negara di dunia mengalami dilema antara pemenuhan kebutuhan serta pembangunan nasional menjadi negara maju atau menjaga kelestarian alam.  Hingga kemudian setelah proses yang panjang, pada 25 September 2015, 193 negara mengesahkan  Sustainable Development Goals untuk menjawab dilema tersebut tanpa harus mengorbankan salah satu antara pembangunan dan masa depan bumi.

Sustainable Development Goals (SDGs) atau dalam Bahasa Indonesia berarti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, merupakan tujuan yang disusun dan kemudian disepakati negara-negara dalam mewujudkan masa depan umat manusia yang indah dan bumi yang sehat. Terdapat 17 tujuan yang harus diwujudkan untuk masa depan yang didambakan untuk umat manusia. 17 tujuan tersebut meliputi berbagai hal seperti keamanan serta kesejahteraan manusia, dan sudah pasti pembangunan yang berkelanjutan dan menjaga kelestarian alam.

Bentuk Aksi Nyata dan Komitmen UIN Jakarta   

Untuk mewujudkan masa depan yang didambakan, SDGs tidak cukup hanya menjadi komitmen pemerintahan negara saja. Berbagai elemen dan instrumen dalam masyarakat juga harus turut berpartisi dalam mewujudkannya. Oleh karena itu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai institusi pendidikan tinggi juga turut andil dalam mewujudkan beberapa poin SDGs melalui green campus. 

Mengutip pernyataan Guru Besar Ilmu Biologi Umum, Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud., dari uinjkt.ac.id, ia menjelaskan  persiapan UIN Jakarta menuju green campus sudah dimulai sejak 2019 dan akan terus dilanjutkan. Program-program yang dijalankan di UIN Jakarta dalam upaya mewujudkan green campus tentu saja berkorelasi erat dengan tujuan-tujuan dalam SDGs.

Beberapa program dalam rangka mewujudkan green campus yang telah diterapkan di UIN Jakarta antara lain :

  1. Pengoprasian bus listrik dalam kampus untuk mengurangi ketergantungan civitas akademika terhadap kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar fosil. Program tersebut sangat relevan dengan SDGs poin ke-13 yaitu Climate Action atau sebuah tindakan untuk mengurangi perubahan iklim dan dampaknya.
  2. Pembangunan green house modern yang merupakan fasilitas penelitian dan budidaya tanaman dengan teknologi terkini yang dibangun di lingkungan kampus juga menjadi pusat edukasi sekaligus praktik pertanian perkotaan yang efisien. Program ini relevan SDGs poin-2 yaitu Zero Hunger melalui inovasi ketahanan pangan
  3. Implementasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di beberapa gedung kampus. Program ini sangat relevan dengan poin-ke 7 SDGs yaitu Affordable and Clean Energy.  
  4. Pengelolaan sampah terpadu (mandiri) yang memungkinkan kampus untuk mengolah sampah sendiri secara sistematis yang sangat relevan dengan SDGs poin ke-12 Responsible Consumption and Production.

UIN Jakarta juga melihat penerapan green campus sebagai salah satu upaya untuk mengajak civitas akademika untuk mengurangi dampak pemanasan global. Edukasi terhadap pembangunan yang ramah lingkungan dan keberlanjutan lingkungan juga merupakan hal penting untuk mewujudkan SDGs. Sebab dengan edukasi maka penyebaran ide akan lebih luas dan tercapainya tujuan SDGs semakin dekat.

Berita Terbaru

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *