Pembangunan berkelanjutan menjadi target global yang dirumuskan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu serangkaian tujuan pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Salah satu Sustainable Development Goal 8, memiliki fokus pada penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tujuan ini menekankan pentingnya peningkatan produktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja yang layak, serta mendukung UMKM sebagai penggerak ekonomi. Indonesia berkomitmen mendukung implementasi SDGs sebagai upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Namun, dalam praktiknya terdapat berbagai tantangan yang memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar tujuan SDGs dapat tercapai secara optimal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih menjadi persoalan yang cukup serius. Pada tahun 2025, jumlah pengangguran tercatat mencapai sekitar 7,35 juta jiwa, yang menunjukkan bahwa kesempatan kerja masih belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja yang tersedia. Kondisi ini juga dirasakan oleh para lulusan baru, di mana sekitar 9,7% dari total pengangguran terbuka berasal dari kelompok fresh graduate lulusan diploma maupun sarjana. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa memasuki dunia kerja tidak selalu mudah bagi lulusan pendidikan tinggi, terutama ketika keterampilan yang dimiliki belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, kesempatan kerja juga masih belum merata di berbagai daerah, sehingga sebagian wilayah menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan. Realitas tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara target Sustainable Development Goal 8 yang menekankan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dengan kondisi nyata yang masih dihadapi masyarakat saat ini.
Peran Pemerintah dalam Mewujudkan SDGs No. 8
Pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goal 8, terutama melalui kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan penciptaan lapangan kerja yang layak. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kesempatan kerja, pengembangan teknologi dan inovasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam menciptakan kebijakan pembangunan yang mendorong kegiatan produktif, kewirausahaan, serta akses terhadap layanan keuangan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga diharapkan mampu memberikan program bursa kerja maupun program pelatihan kerja yang dapat membantu masyarakat dalam mengasah keterampilan. Melalui berbagai kebijakan dan program tersebut, pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan mampu menyerap tenaga kerja secara lebih luas.
Peran Masyarakat dalam Mendukung Pencapaian SDGs No. 8
Upaya mewujudkan SDGs No. 8 tentunya tidak hanya mnjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Masyarakat dapat berkontribusi melalui pengembangan kewirausahaan, inovasi, serta pembentukan usaha produktif yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Selain itu, dukungan terhadap bisnis lokal, praktik kerja yang adil, serta keterlibatan dalam sektor ekonomi kreatif juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat juga perlu terus mengasah dan meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendidikan, maupun pengembangan keterampilan praktis menjadi langkah penting agar tenaga kerja dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan demikian, keterlibatan aktif masyarakat tidak hanya memperkuat perekonomian, tetapi juga turut mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pencapaian Sustainable Development Goal 8 tidak dapat diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi memerlukan sinergi yang kuat dengan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah berperan dalam merumuskan kebijakan, menyediakan regulasi, serta menciptakan program yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara kedua pihak ini menjadi penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat di Indonesia, peluang terciptanya lapangan kerja yang lebih luas akan semakin terbuka sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Depok, 14 Maret 2026.
Referensi
Badan Pusat Statistik (2025). Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan – tabel statistik. Www.bps.go.id. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTE3OSMy/tingkat-pengangguran-terbuka-berdasarkan-tingkat-pendidikan.html
Binus University Business School. (2022). Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Bagaimana Indonesia Berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Binus.ac.id. https://binus.ac.id/bandung/creativepreneurship/2024/06/10/pekerjaan-yang-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi-bagaimana-indonesia-berkontribusi-pada-tujuan-pembangunan-berkelanjutan/
Sjafii, A. (2024, August 8). Menggagas Peran Pemuda dalam Mencapai SDGs Menuju Indonesia Emas 2045. Universitas Airlangga Official Website. https://unair.ac.id/menggagas-peran-pemuda-dalam-mencapai-sdgs-menuju-indonesia-emas-2045/
Talenta Negara. (2025, July 27). Upaya Pemerintah Dalam Menciptakan Lapangan Kerja Untuk Masyarakat – GM FKPPI. GM FKPPI. https://talentanegara.id/upaya-pemerintah-dalam-menciptakan-lapangan-kerja-untuk-masyarakat/
Ubud, S. (2020, September 25). Peran Sociopreneur dalam mewujudkan SDGs | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang. BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik Di Malang. https://binus.ac.id/malang/2020/09/peran-sociopreneur-dalam-mewujudkan-sdgs/
Univesitas Brawijaya. (2025). Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – Sustainable Development Goals Center – Universitas Brawijaya. Sdgs.ub.ac.id. https://sdgs.ub.ac.id/inacol-sdgs/17-goals-bappenas/sdgs-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi/






