Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pendidikan kerakter melalui pendidikan agama islam dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana cara penanaman nili-nilai akhlak dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka, dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yaitu dengan mengkaji dan menelaah secara online berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian. Data di peroleh dengan memanfaatkan akses internet untuk menelusuri sumber-sumber referensi yang mendukung kajian. Dari temuan yang ada dapat disimpulkan bahwa penanaman nili-nilai akhlak dalam proses pembelajaran dengan melakukan ”pembisaan”. Pembiasaan dalam melakukan hal positif, melakukan kebaikan, dan kegiatan yang bermanfaat. Kemudian adanya pembinaan baik dari tenaga pendidik maupun orang tua dengan memfokuskan pada keteladanan, kebiasaan, dan nasihat. Sehingga dengan beberapa cara ini dapat menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran.
Kata kunci: Karakter, Nilai-nilai akhlak, Proses pembelajaran
Pendahuluan
Pendidikan karakter akhir-akhir ini menjadi isu yang penting dalam dunia pendidikan, hal ini berkaitan tentang fenomena yang beragam yang terjadi ditengah-tengah masyarakat maupun pemerintah seperti kriminalisasi, ketidak adilan, pelanggaran HAM, korupsi, dan kekerasan pada anak, ini menjadi bukti bahwa kurangnya karakteristik pada diri seseorang dan bangsa Indonesia.
Menurut (Karakter, 2013) Sikap kesantunan, Akhlak mulia, menjunjung kesatuan, budi pekerti luhur, dan religiusitas ini menjadi budaya bangsa Indonesia yang dijunjung tinggi kini terasa asing dan jarang ditemukan dan dirasakan kembali ditengah-tengah masyarakat. Kondisi ini akan menjadi lebih parah lagi jika pemerintah tidak segera bertindak dan mengupayakan program-program perbaikan baik yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam situasi dan kondisi dimana kurangnya kesadaran dalam diri seseorang terhadap pentingnya menanamkan nilai peduli dan tanggungjawab maka pendidikan karakter merupakan jawaban atas permasalahan-permasalahan yang disebutkan diatas dan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan dapat menjadi tempat untuk mewujudkan misi dari pendidikan karakter tersebut.
Sarana yang efektif dalam menanmkan nilai-nilai akhlak dalam berproses salah satunya dengan mengoptimalkan pendidikan karakter melalui pendidikan agama islam, karena pendidikan agama khususnya pendidikan agama islam memiliki niali strategis dalam membentuk karakter siswa. Pendidikan agama islam diharapkan mampu menghasilkan sifat seseorang yang selalu berupaya menyempurnakan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, budi pejerti atau moral sebagai permujudan dari pendidikan karakter.
Menurut (Kartika, 2024) Pengembangan karakter peserta didik juga terjadi pada dalam satuan belajar mengajar dimana pendidik memadukan nilai-nilai keislaman dan karakter keagamaan. Secara umum model pendidikan agama Islam dan pembelajaran karakter yang banyak dilakukan dalam literatur seperti Menciptakan lingkungan belajar yang efektif, kreatif dan nyaman, Model pembelajaran Pendidikan agama yang menekankan pada pengembangan keislaman peserta didik, dan Model pembelajaran yang meningkatkan kecerdasan, keterampilan, dan karakter peserta didik.
Berdasarkan artikel terdahulu mengenai Penanaman Nilai-Nilai Islam dalam Upaya Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam, ini tidak mencakup bagaimana proses pendidikan karakter dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran, kemudian dalam penelitian saat ini membahas bagaimana proses Pendidikan kerakter melalui pendidikan agama islam dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran, menurut (Wasilah et al., 2023) Pendidikan karakter dalam Islam dianggap sangat penting, karena mencerminkan prinsip-prinsip moral dan etika yang diajarkan dalam ajaran Islam. Maka dari itu, pada artikel ini membahas bagaimana bagaimana proses Pendidikan kerakter melalui pendidikan agama islam dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran.
Metode
Metode yang gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research), yang dimaksud dengan penelitian studi pustaka adalah kegiatan penelitian dengan teknik pengumpulan data dengan mengkaji dan menelaah berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian. Data di peroleh dengan memanfaatkan akses internet untuk menelusuri sumber-sumber referensi secara online sepeti google secolar, sispace, dan sebgainya, kemudian baik dari buku maupun jurnal penelitian yang sesuai dan fokus terhadap penelitian ini.
Penelitian studi pustaka ini dilakukan karena dapat memberikan landasan pengetahuan yang valid dan relevan. Hasil akhir dari penelitian studi pustaka dapat berupa artikel ulasan yang memaparkan temuan secara apa adanya.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil dari study pustaka yang dilakukan dapat diketahui bahwa istilah karakter selalu dihubungkan dengan akhlak, etika, dan niali moral. Oleh karena itu, (Rahmasari et al., 2024) pendidikan karakter secara lebih luas dapat diartikan sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai budaya, akhlak, dan karakter pada diri setiap peserta didik dalam proses pembelajaran yang kemudian diapliksikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka memiliki karakter sebagai karakter dirinya yang religius, nasionalis, kratif, dan produktif.
Sebagai tanggapan terhadap situasi nyata yang dihadapi Indonesia akhir-akhir ini, yang ditandai dengan peningkatan tingkat kriminalitas, penurunan nasionalisme, munculnya rasisme, penurunan toleransi, dan penurunan religiusitas, pemerintah dan masyarakat harus mempertimbangkan konsep ini secara serius. Untuk mencegah nilai-nilai budaya nasional yang hilang menjadi budaya lagi dalam masyarakat, kurikulum sistem pendidikan nasional harus diperbaiki dengan fokus pada pembentukan karakter yang sebenarnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk menciptakan karakter bangsa yang unggul.” (Rahmasari et al., 2024) Namun, dalam pembelajaran saat ini, fokus utama adalah kemampuan kognitif anak. Akibatnya, bidang pendidikan karakter yang tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional hanya disebutkan secara singkat atau bahkan tidak sama sekali, dan perlu di sadari bahwa pendidikan karakter adalah pembelajaran yang diterapkan dalam aktivitas siswa di sekolah, di masyarakat, di lingkungan sekolah, dan di rumah melalui praktik, pembiasaan, dan keteladanan yang terus menerus untuk mencapai keberhasilan pendidikan karakter Dalam menanamkan nilai-nilai Akhlak dalam proses pembelajaran.
Dalam menanamkan nilai-nilai Akhlak dalam proses pembelajaran melalui pendidikan agama islam terdapat dua aspek. Aspek pertama, mengenai bagaimana cara menanamkan nilai-nilai Akhlak dalam proses pembelajaran dan aspek kedua, faktor pendukung dan penghambat penanaman nilai-nilai Akhlak dalam proses pembelajaran (Rahmasari et al., 2024).
Cara penanaman nilai-nilai akhlah dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran peran pendidikan telah menunjuk kepala sekolah untuk memposisikan guru sebagai fasilitator, pembinaan karakter siswa, dan motivator bagi siswa dalam pembentukan nilai-nilai akhlak. Disini peran kepala sekolah cukup penting dalam meningkatkan guru-guru dan civitas sekolah untuk terus berperan dalam membentuk akhlak peserta didik. Guru atau tenaga pengajar berperan memberikan pengarauh yang besar terhadap penanaman nilai akhlak pada siswa karena akhlak yang baik diteladani dari guru atau tenaga pengajar.
Pembelajaran pendidikan agama islam memberikan teori dan praktik dalam membentuk akhlak siswa, dengan membiasakan siswa untuk bersikap jujur, adil, menghormati orang yang lebih tua, dan amanah. Sehingga siswa dapat membedakan antara Akhlak terpuji dan tercela. Akhlak terpuji sering juga disebut dengan akhlakul karimah atau akhlak mulia. Dalam islam akhlak terpuji adalah segala macam perbuatan atau ucapan yang dapat menambah keimanan dan dapat membuahkan pahala. Sedangkan akhlak tercela adalah segala macam perbuatan atau ucapan yang dapat menambah dosa dan kerusakan iman.
Menurut (Lebong, 2020) Cara menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran yaitu dengan melakukan ”pembisaan”. Pembiasaan dalam melakukan hal positif, melakukan kebaikan, dan kegiatan yang bermanfaat. Kemudian adanya pembinaan baik dari tenaga pendidik maupun orang tua dengan memfokuskan pada keteladanan, kebiasaan, dan nasihat. Sehingga dengan beberapa cara ini dapat menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran.
Faktor pendukung dan penghambat penanaman nilai-nilai Akhlak dalam proses pembelajaran
1. Faktor pendukung
Faktor pendukung dari penanaman nilai-nilai Akhlak pada proses pembelajaran itu terletak pada tenaga kerja guru yang cukup banyak, sarana dan fasilitas yang memadai serta adanya tujuan yang jelas bahwa para guru harus memberikan contoh dan prilaku yang terpuji terhadap para siswanya.
Kemudian menurut (Lebong, 2020) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membentuk dan menanamkan nilai-nilai Akhlah dalam proses pembelajaran diantaranya dengan mengadakan program religius seperti melaksanakan Sholat dhuha secara bersama-sama sebelum masuk ke kelas masingmasing, melaksanakan Sholat dzuhur berjam’ah, dan melaksanakan tadarus setiap pagi sebelum memulai pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan yang telah diadakan oleh pihak sekolah merupakan suatu kebijakan yang dapat membantu proses penanaman nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran.
2. Faktor penghambat
Dalam proses penanaman nilai-nilai Akhlak dalam proses pembelajaran juga terdapat beberapa faktor penghambat, Menurut (Prabowo, 2014) elemen kepribadian siswa, faktor eksternal dan lingkungan, dan kurangnya perhatian keluarga adalah hambatan dalam proses penanaman nilai-nilai karakter. Namun, menurut (Manan, 2017) beberapa faktor yang menghambat pembinaan akhlak peserta didik adalah pergaulan peserta didik di luar kelas dengan lingkungan luar yang kadang-kadang membawa pengaruh negatif, kekurangan pengawasan guru dari peserta didik yang tidak mengikuti kelas, dan kurangnya teknologi yang mengganggu belajar.
Kemudian menurut (Lebong, 2020) ada beberapa faktor yang menghambat dalam penanaman nilai-nilai Akhlak pada siswa diantaranya berasal dari diri pribadi masingmasing yang merupakan bawaan dari diri pribadi seseorang sehingga dalam pembentukan nilai-nilai akhlak ada yang mudah dan ada yang sulit, kemudian pengaruh pergaulan teman sebaya kerena teman dapat memengaruhi dapat memengaruhi setiap uacapan dan sikap peserta didik itu sendiri, bila teman-temannya berprilaku baik maka ia juga akan berakhlak baik dan begitu juga sebaliknya, karena faktor teman juga dapat memengaruhi pembentukan akhlak pada diri seseorang.
Kesimpulan
Dari temuan diatas dapat disimpulkan, Pendidikan kerakter melalui pendidikan agama islam dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran yakni dengan cara menanamkan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran yaitu dengan melakukan ”pembisaan”. Pembiasaan dalam melakukan hal positif, melakukan kebaikan, dan kegiatan yang bermanfaat. Kemudian adanya pembinaan baik dari tenaga pendidik maupun orang tua dengan memfokuskan pada keteladanan, kebiasaan, dan nasihat. istilah karakter selalu dihubungkan dengan akhlak, etika, dan niali moral. pendidikan karakter secara lebih luas dapat diartikan sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai budaya, akhlak, dan karakter pada diri setiap peserta didik dalam proses pembelajaran yang kemudian diapliksikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka memiliki karakter sebagai karakter dirinya yang religius, nasionalis, kratif, dan produktif.
Dalam penanaman nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran juga terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat, Faktor pendukung dari penanaman nilai-nilai Akhlak pada proses pembelajaran itu terletak pada tenaga kerja guru yang cukup banyak, sarana dan fasilitas yang memadai serta adanya tujuan yang jelas bahwa para guru harus memberikan contoh dan prilaku yang terpuji terhadap para siswanya dan mengadakan program religius. Kemudian, Faktor penghambat dari penanaman nilai-nilai Akhlak pada proses pembelajaran berasal dari diri pribadi masing-masing dan pengaruh pergaulan teman sebaya.
Daftar Pustaka
Karakter, P. (2013). MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nur Ainiyah Universitas Negeri Semarang Jawa Tengah Abstrak A . Pendahuluan Pendidikan karakter menjadi isu penting dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini , hal ini berkaitan dengan fenomena dekadensi moral yang terjadi dite.
Kartika, A. M. (2024). Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan pembelajaran Karakter dalam menanamkan Karakter Religius pada peserta didik. 2(12), 468–477.
Lebong, N. R. (2020). No Title. 6(2), 199–214.
Rahmasari, R., Rahmasari, R., Gimri, F. D., & Dewianti, A. F. (2024). Penanaman Nilai-Nilai Islam dalam Upaya Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam. 2(3).
Wasilah, Faisal, & I, A. (2023). Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Islam: Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman Pada Anak-Anak Zaman Now. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(4), 160–169. https://jurnal.stikes-ibnusina.ac.id/index.php/IHSANIKA/article/view/636/609






